Puasa Setelah Bulan Ramadhan Berlalu, Inilah Petunjuk Dan Tuntunannya

shares |

Creatwe.com - Puasa Setelah Bulan Ramadhan Berlalu, Inilah Petunjuk Dan Tuntunannya. Setelah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang telah lalu, kini kita kembali kepada kegiatan dan hari seperti biasa. Yaitu sudah diperbolehkan makan dan minum disiang hari.

Puasa Setelah Bulan Ramadhan Berlalu, Inilah Petunjuk Dan Tuntunannya

Namun Islam mengajarkan kita untuk melaksanakan puasa setelah bulan Ramadhan berlalu, puasa apakah itu. Dan bagaimana cara melaksanakannya, berikut ulasannya.

Puasa dalam ajaran Nabi diibaratkan sebagai perisai bagi seorang muslim, perisai di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa merupakan perisai diri dari perbuatan maksiat, sementara di akhirat nanti puasa adalah perisai diri dari api neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadits Qudsi:

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Oleh sebab itu, untuk mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah SWT, maka lakukan puasa sunnah yang dilakukan setelah melakukan puasa wajib. Dan diantara puasa sunnah yang Nabi Muhammad SAW ajarkan setelah melakukan puasa wajib (puasa Ramadhan) yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Makna pahala puasa selama 6 hari pada bulan Syawal setelah puasa wajib sebulan penuh di bulan Ramadhan sama seperti puasa selama setahun, sebab setiap kebaikan akan diganjar sepuluh kali lipatnya.


Manfaat Melaksanakan Puasa Setelah Bulan Ramadhan (Puasa Syawal)

Membiasakan puasa setelah bulan Ramadhan memiliki banyak manfaat bagi yang melaksanakan, diantaranya dalah sebagai berikut:

  • Puasa 6 hari pada bulan Syawal setelah bulan Ramadhan, adalah sebagai pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.

  • Puasa pada bulan Syawal dan bulan Sya’ban seperti shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan. Sebab kelak di hari Kiamat amalan-amalan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan amalan-amalan sunnah. Hal ini sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi Muhammad SAW dalam berbagai riwayat. Mayoritas puasa wajib yang kita lakukan pasti memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka dari itu dibutuhkan sesuatu yang bisa menutupi dan menyempurnakannya.

  • Membiasakan diri untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan adalah sebagai tanda diterimanya puasa di Ramadhan yang telah berlalu. Sebab apabila Allah menerima amalan seseorang, pasti Allah akan menolongnya dalam bentuk perbuatan baik yang meningkat setelahnya. 

  • Pepatah orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan adalah kebaikan yang ada sesudahnya.” Sebab itulah barangsiapa mengerjakan satu kebaikan kemudian melanjutkannya dengan satu kebaikan yang lain, maka hal tersebut adalah tanda atas terkabulnya amal pertama. Dan begitupula sebaliknya, jika seseorang melakukan satu kebaikan kemudian diikuti dengan perbuatan yang buruk maka hal tersebut merupakan tanda tertolaknya amalan yang pertama.

  • Puasa Ramadhan dapat mendatangkan ampunan dan maghfirah atas dosa dan perbuatan kita di masa lalu. Orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan akan mendapatkan pahala pada bulan syawal yaitu hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah. Maka dari itu membiasakan untuk berpuasa setelah ‘Idul Fitri adalah bentuk rasa syukur atas nikmat tersebut. Dan sungguh tidak ada nikmat lain yang lebih agung dari pada pengampunan dosa-dosa.

  • Serta diantara manfaat puasa syawal yaitu 6 hari di bulan Syawal adalah amalan-amalan yang dikerjakan seseorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan suci Ramadhan tersebut, bahkan selama ia masih hidup.

Dianjurkan orang yang punya hutang puasa Ramadhan, mulailah membayarnya di bulan Syawal, sebab hal tersebut dapat mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan hutangnya. Lalu dilanjutkan dengan enam hari puasa dibulan Syawal, dengan begitu ia sudah melakukan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Terakhir perlu diingat juga bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dilakukan seseorang dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah pada bulan Ramadhan adalah disyariatkan sepanjang tahun, sebab hal itu memiliki berbagai macam manfaat. Diantaranaya adalah sebagai berikut: Merupakan pelengkap dari kekurangan yang terdapat pada amalan fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Allah kepada hamba-Nya, sebab terkabulnya doa, dan juga sebagai sebab dihapuskannya dosa dan dilipat gandakannya pahala kebaikan serta ditinggikannya kedudukan.

Related Posts

...